Abstract
Keterlibatan Gereja Katolik di Keuskupan Agung Semarang (KAS) dalam menanggapi krisis yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 di Indonesia, terutama di Yogyakarta, mengalami perubahan visi yang cukup penting seiring berjalannya waktu. Dalam periode pandemi tahap pertama (2020), gereja di KAS berfokus pada pelayanan kemanusiaan jangka pendek yang mencakup beberapa aktivitas, antara lain pembagian masker, pemberian bantuan makanan, dan pengorganisasian kegiatan karitatif lainnya. Memasuki paruh kedua pandemi COVID-19 (2021), gereja di KAS memperlihatkan keterlibatan yang semakin total dengan membuka tempat penampungan (shelter) isolasi mandiri bagi para penderita COVID-19. Gerakan shelter ini menyimbolkan solidaritas Gereja KAS yang mendalam bagi para korban. Artikel ini hendak memperlihatkan bahwa shelter menjadi model baru bagi solidaritas gereja di masa pandemi. Metode pengumpulan data ditempuh melalui wawancara dengan beberapa narasumber utama yang didukung dengan informasi-informasi penting lainnya dari internet dan media massa.
Cite
CITATION STYLE
Dwi Asmara, A. H. (2022). Gereja Sebagai Shelter. Indonesian Journal of Theology, 10(1), 136–156. https://doi.org/10.46567/ijt.v10i1.251
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.