Abstract
Minuman boba (bubble tea) merupakan salah satu minuman yang paling digemari anak muda saat ini. Minuman ini memiliki rasa yang enak, tetapi dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Penggunaan pemanis sintetis pada bahan tambahan minuman juga sering digunakan oleh industri makanan dan minuman, salah satunya siklamat dan sakarin. Sehingga, perlu dilakukan identifikasi terhadap kandungan pemanis yang digunakan pada minuman boba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan pengukuran kadar pemanis buatan (Sakarin dan Siklamat) pada minuman boba yang ada di bandar lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diuji adalah minuman dan boba dijual pada tempat perbelanjaan dan café yang berada di kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan siklamat pada sampel minuman boba yang diuji berdasarkan uji kualitatif yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih, terdapat lima sampel positif siklamat yang melebihi batas SNI 01-6993-2004 dengan kadar yang bervariasi dari 1510,35 hingga 2520,89. Kadar siklamat tertinggi dimiliki oleh sampel minuman Boba D. Pada uji kualitatif sakarin menunjukan hasil yang negatif, ditandai dengan tidak terjadi perubahan warna hijau. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kandungan bahan tambahan dalam minuman.
Cite
CITATION STYLE
Nisa, U. C., Wahyuningtyas, A., Fithriyani, D., & Talitha, Z. A. (2024). Identifikasi secara Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Siklamat serta Sakarin pada Minuman “Bubble Tea (Boba)” Komersil. Jurnal Teknologi Dan Mutu Pangan, 2(2), 139–147. https://doi.org/10.30812/jtmp.v2i2.3599
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.