Abstract
Sifat mata pelajaran Bahasa Jawa yang cenderung serba cepat menimbulkan konsekuensi bagi guru dalam pembelajaran menggunakan metode ceramah. Akan tetapi, penggunaan metode ceramah tidak dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran. Untuk itulah, model pembelajaran make-a-match dirasa efektif dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran make-a-match dan mendeskripsikan kelebihan model pembelajaran ini pada mata pelajaran Bahasa Jawa di MIN 1 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran make-a-match dilakukan dengan langkah-langkah di antaranya: (a) guru menyiapkan 5 kartu soal dan 5 kartu jawaban tentang keterkaitan dengan materi “Gemi Nggunakake Energi” pada kehidupan sehari-hari; (b) setiap kelompok kemudian diberikan satu kartu pertanyaan dan satu kartu jawaban; (c) siswa memikirkan kartu yang telah diberikan kemudian mencari pasangan yang cocok dengan kartu tersebut; (d) semua kelompok menemukan pasangannya; dan (e) guru dan siswa menyelesaikan pelajaran secara bersama-sama. Model pembelajaran ini juga memiliki keunggulan-keunggulan, yaitu merangsang siswa aktif dalam belajar, merangsang suasana gembira dalam proses pembelajaran, dan mewujudkan kerja sama yang dinamis antarsiswa.Sifat mata pelajaran Bahasa Jawa yang cenderung serba cepat menimbulkan konsekuensi bagi guru dalam pembelajaran menggunakan metode ceramah. Akan tetapi, penggunaan metode ceramah tidak dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran. Untuk itulah, model pembelajaran make-a-match dirasa efektif dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran make-a-match dan mendeskripsikan kelebihan model pembelajaran ini pada mata pelajaran Bahasa Jawa di MIN 1 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran make-a-match dilakukan dengan langkah-langkah di antaranya: (a) guru menyiapkan 5 kartu soal dan 5 kartu jawaban tentang keterkaitan dengan materi “Gemi Nggunakake Energi” pada kehidupan sehari-hari; (b) setiap kelompok kemudian diberikan satu kartu pertanyaan dan satu kartu jawaban; (c) siswa memikirkan kartu yang telah diberikan kemudian mencari pasangan yang cocok dengan kartu tersebut; (d) semua kelompok menemukan pasangannya; dan (e) guru dan siswa menyelesaikan pelajaran secara bersama-sama. Model pembelajaran ini juga memiliki keunggulan-keunggulan, yaitu merangsang siswa aktif dalam belajar, merangsang suasana gembira dalam proses pembelajaran, dan mewujudkan kerja sama yang dinamis antarsiswa.
Cite
CITATION STYLE
Rosita, F. Y., Sajiwa Sasra Kusuma RM, B., & Lestari, H. (2023). IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A-MATCH PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA KELAS IV DI MIN 1 PONOROGO. Ibriez Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 8(1), 121–132. https://doi.org/10.21154/ibriez.v8i1.356
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.