Abstract
Sebagai salah satu karya sastra yang menggunakan bahasa konotatif, simbolis, penuh metafora estetis, puisi memiliki nilai implisit dalam baris kata atau analogi yang dirangkai untuk menampilkan pesan dengan cara yang berbeda. Puisi-puisi Transept sarat akan tanda dan pesan implisit, membuat penulis tertarik mengkaji beberapa puisinya dengan pendekatan semiotika Pierce untuk mengonstruksi makna puisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalma mengembangkan pemahaman tentang puisi dari perspektif semiotika, memberikan wawasan lebih luas mengenai bahasa dan budaya. Melalui metode kualitatif deskriptif, penulis menguraikan ikon, simbol, dan indeks dalam beberapa puisi Transept. Hasil penelitian yang diperoleh berupa penemuan 8 simbol, 7 ikon, dan 2 indeks dalam puisi “Jiwa” yang menekankan rasa kehilangan seperti badai laut yang mengombang-ambingkan perahu; 8 simbol, 8 ikon, dan 3 indeks pada puisi “Di Tubuh Bumi Kita Tumbuh dengan Tabah Ibu” yang menjadikan ibu dan semesta sebagai analogi cinta; 8 simbol, 5 ikon, dan 4 indeks dalam puisi “Sepetak Rumah” yang menjadikan Pulau Sumatera representasi mimpi besar dan sepetak rumah sebagai mimpi kecil; 9 simbol, 8 ikon, dan 7 indeks dalam puisi “Biarkan Kenangan Menjelma Daun” yang menjadikan pohon sebagai representasi cinta dan guguran daun sebagai kenangan.
Cite
CITATION STYLE
Setyawati, C. N., Munaris, M., & Prasetyo, H. (2023). KONSTRUKSI MAKNA DAN SIMBOL ROMANTIK DALAM PUISI-PUISI ARCO TRANSEPT DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA PIERCE. Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 51. https://doi.org/10.20884/1.jpbsi.2023.4.1.8575
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.