Pendampingan Belajar Calistung Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Skill Bagi Anak Putus Sekolah

  • Ika Trisni Simangunsong
  • Syahfitriani Br Ginting
  • Aprilita Ekasari
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kegiatan ini dimotivasi oleh keadaan anak-anak asli papua yang putus sekolah dan tidak sekolah, mendapatkan pembelajaran non formal dari unit PKBM. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembelajaran calistung kepada anak-anak PKBM Jehova Jireh, tahapan yang dilakukan tim yakni, persiapan, dan pelaksanaan. Lokasi pengabdian berada di dalam kota Merauke, namun bila cuaca hujan, maka tim akan kesulitan untuk menuju lokasi karena kondisi tanah yang sangat berlumpur. Pelaksanaan berlangsung selama 7 kali pertemuan. Tim pengabdian menjadi pengajar dan pendamping anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar. Kelas terdiri dari 3 kelompok belajar, dengan jumlah total anak-anak sebanyak 50 orang. Materi pendampingan yang diberikan adalah membaa, menulis, dan berhitung yang disesuaikan dengan kelompok belajar. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat 65 % anak usia 4-6 tahun yang mampu mengenal huruf, dan angka, 70% anak usia 7-9 tahun yang memiliki kemampuan calistung yang baik, dan 80% pada usia 10-13 tahun.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ika Trisni Simangunsong, Syahfitriani Br Ginting, Aprilita Ekasari, & Prima Lestari Situmorang. (2022). Pendampingan Belajar Calistung Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Skill Bagi Anak Putus Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera, 1(4), 77–85. https://doi.org/10.59059/jpmis.v1i4.75

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free