KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN

  • Moulita
  • Mazdalifah
  • Lubis F
N/ACitations
Citations of this article
71Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respon pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima. Sampel penelitian dipilih secara purposif berjumlah 200 orang dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 137 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021. Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking, yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui internet/media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi, yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden. Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku dan mendiamkan saja. Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Kata kunci: Kekerasan Gender Berbasis Online, Media Sosial

Cite

CITATION STYLE

APA

Moulita, Mazdalifah, & Lubis, F. W. (2023). KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 9(2), 101–110. https://doi.org/10.31289/simbolika.v9i2.10063

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free