KONSEP GLAM (GALERY,LIBRARY, ARCHIVE, DAN MUSEUM) SEBUAH KOLABORASI MEDIA INFORMASI DI MUHAMMADIYAH ABAD KE-2

  • Jubaidi M
N/ACitations
Citations of this article
90Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di Indonesia Istilah Galery, Library, Archives and Museum (GLAM) belum terlalu dikenal. Hanya saja model kolaborasi serupa di era 1990-an pernah mencuat sebagai konsep inovasi di dunia jasa penyedia informasi kedalam Library, Archives and Museum (LAM). Keterkaitan peran antar lembaga yang memiliki kemiripan dalam penerapan tugasnya membuat ketidak jelasan dalam konsep pengembanganya, sebagaimana peran GLAM yaitu menyatukan irisan yang terpisah dari setiap informasi yang dikelola oleh masing-masing lembaga penyedia sumber informasi. Penulis mencoba mengkaji lebih dalam sejauhmana konsep GLAM sebagai sebuah inovasi kolaborasi media penyedia informasi khusunya di Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep Galery, Library, Archives and Museum (GLAM) sebagai pusat informasi, data, dokumen serta media dakwah persyarikatan yang berkemajuan di Muhammadiyah. Penulis menggunakan pendekatan metode kualitatif, sebagaimana penulis melakukan observsi, wawancara hingga tinjauan pustaka. Penelitian tersebut diperoleh hasil, bahwa di Muhammadiyah sudah ada upaya mengkolaborasikan Galery, Libarary, Archives and Museum (GLAM) sebagai pusat layanan informasi yang utuh di persyarikatan Muhammadiyah setelah Muktamar 1 abad tahun 2010 di Yogyakarta.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jubaidi, M. (2021). KONSEP GLAM (GALERY,LIBRARY, ARCHIVE, DAN MUSEUM) SEBUAH KOLABORASI MEDIA INFORMASI DI MUHAMMADIYAH ABAD KE-2. Publication Library and Information Science, 5(1), 35–52. https://doi.org/10.24269/pls.v5i1.3867

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free