Abstract
Subsidi pupuk di Indonesia sejak lama menjadi instrumen strategis untuk menurunkan biaya produksi petani, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan berbagai persoalan: distribusi tidak tepat sasaran, maladministrasi, keterlambatan penyaluran, hingga beban fiskal yang tinggi. Kesenjangan antara tujuan kebijakan dengan realitas implementasi inilah yang membentuk gap penelitian. Urgensi penelitian ini semakin jelas mengingat subsidi pupuk menyerap anggaran besar, tetapi dampaknya terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani masih terbatas, sementara risiko sosial dan lingkungan terus meningkat. Tujuan kajian ini adalah mengevaluasi efektivitas skema subsidi pupuk, dengan fokus pada aspek tata kelola sebagai persoalan paling mendesak. Metodologi yang digunakan adalah mixed methods, mencakup studi literatur, analisis data sekunder, FGD, serta pendekatan fishbone diagram dan teori USG untuk menentukan prioritas masalah serta kerangka Dunn untuk penentuan rekomendasi kebijakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tata kelola yang lemah memperburuk beban fiskal dan menurunkan efisiensi kebijakan, terutama tata kelola yang berkaitan dengan distribusi, akurasi data, dan pengawasan. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada reformasi skema subsidi menjadi targeted subsidy berbasis data sosial-ekonomi yang valid, integrasi digitalisasi lintas kementerian, serta insentif penggunaan pupuk organik. Transformasi ini penting untuk mewujudkan subsidi pupuk yang adil, efisien, dan berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Pambudi, A. S. (2025). Evaluasi Tata Kelola Subsidi Pupuk untuk Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani. JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA, 4(2), 1799–1818. https://doi.org/10.61860/jigp.v4i2.310
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.