Pelaksanaan Senam Lansia Dalam Mencegah Demensia

  • Fitri Suciana
  • Daryani
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penurunan fungsi kognitif pada lansia di dunia mencapai 50 juta dan 60% memiliki penghasilan yang rendah dan menengah. Gangguan kognitif serting terjadi pada lansia dan merupakan masalah yang serius bagi lansia. Pencegahan penurunan fungsi kognitif dapat dilakukan dengan farmakologis yangmenggunakan obat-obatan dan mengandung bahan kimiawi, kemudian non farmakologis seperti aktifitas fisik, aktifitas mental dan aktifitas sosial .Pencegahan non farmakologis yang dapat dilakukan sendiri oleh lansia yaitu aktifitas fisik berupa senam otak. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu persiapan dengan melakukan perijinan dan koordinasi, pelaksanaan dengan melakukan senam otak dan evaluasi dengan redemonstrasi oleh lansia. Senam otak meningkatkan keterampilan belajar menggunakan kemampuan otak , senam otak dapat dilakukan selama 3 minggu sebanyak 4 kali dalam satu minggu dengan durasi 15-20 menit. Senam otak membutuhkan koordinasi fungsi tubuh mulai dari kepala, tangan, jari dan kaki yang akan menstimulasi keseimbangan tubuh, motoric dan daya ingat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitri Suciana, & Daryani. (2023). Pelaksanaan Senam Lansia Dalam Mencegah Demensia. WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(02). https://doi.org/10.61902/wasathon.v1i02.631

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free