Abstract
Komposisi Karawitan “Samsara” merupakan komposisi Karawitan inovatif yang terinspirasi dari proses kehidupan manusia di dunia. Siklus kehidupan ini dimulai dari lahirnya manusia ke dunia, tumbuh menjadi anak - anak, remaja hingga dewasa, dan akhirnya meninggalkan badan kasarnya menuju nirwana. Penata mengkomposisikan karya ini secara terstruktur untuk menggambarkan bagaimana proses kehidupan manusia terjadi. Unsur musikal dari karya ini, adalah mengadopsi teknik - teknik permainan keroncong yang di transfer ke dalam barungan gamelan Selonding dan Caruk. Mengolah melodi suling dengan pola harmoni, dibagi menjadi tiga melodi, yaitu melodi 1, 2, dan 3. Terlepas dari permainan tersebut, difokuskan dengan mengolah nada, melodi, tempo, dan dinamika, disusun secara sistematis melalui pola – pola yang berbeda pada tiap instrument, namun saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Struktur karya ini tidak menggunakan sistem penyebutan Tri Angga (kawitan, pengawak, dan pengecet), namun menggunakan pembagian, yaitu: bagian I, bagian II, dan bagian III, memiliki penggambaran yang berbeda pada setiap bagian yang dapat dijabarkan sebagai berikut: Bagian I menggambarkan tentang manusia yang baru lahir, lalu tumbuh menjadi anak yang polos dan ceria; Bagian II Menggambarkan tentang manusia yang menginjak remaja; Bagian III menggambarkan manusia yang menginjak dewasa dan akhirnya mninggal.
Cite
CITATION STYLE
Raka, I. M. R. A., & -, S. (2022). Karawitan Composition “Samsara” | Komposisi Karawitan “Samsara.” GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(4), 266–274. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i4.1151
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.