Abstract
Sesajen sate tegeh (sate tinggi) adalah unsur esensial dalam upacara yadnya di Bali, tetapi yang orang bisa membuat sate tegeh hanya terbatas pada generasi tua yang menekuninya. Artikel ini menelusuri praktik pembuatan sate tegeh bagi warga masyarakat di Desa Pakraman Padang Luwih, Canggu, Kabupaten Badung. Selain menganalisis praktik pembuatan sate tegeh, artikel ini juga membahas fungsi dan filosofi sate tegeh berdasarkan nilai adat dan tradisi Bali. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Data dinalisis dengan teori simbol dengan mengkaji bentuk dan makna unsur-unsur sate tegeh dalam adat dan tradisi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembuatan sate tegeh tidak saja berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga sebagai media pendalaman makna ajaran dan filosofi ritual sate tegeh. Disarankan agar desa-desa di Bali secara reguler melaksanakan praktik kerja membuat sate tegeh sehingga tradisi luhur dapat dilestarikan. Kata Kunci: praktik pembuatan sate tegeh, upacara adat, ajaran agama Hindu
Cite
CITATION STYLE
Watra, I. W. (2019). Praktik Pembuatan “Sate Tegeh” sebagai Jalan Pemahaman Makna dan Upaya Pelestarian Unsur Ritual di Desa Pakraman Padang Luwih, Canggu, Badung. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 359. https://doi.org/10.24843/jkb.2019.v09.i02.p05
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.