Praktik Pembuatan “Sate Tegeh” sebagai Jalan Pemahaman Makna dan Upaya Pelestarian Unsur Ritual di Desa Pakraman Padang Luwih, Canggu, Badung

  • Watra I
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sesajen sate tegeh (sate tinggi) adalah unsur esensial dalam upacara yadnya di  Bali, tetapi yang orang bisa membuat sate tegeh hanya terbatas pada generasi tua yang menekuninya. Artikel ini menelusuri praktik pembuatan sate tegeh bagi warga masyarakat di Desa Pakraman Padang Luwih, Canggu, Kabupaten Badung. Selain menganalisis praktik pembuatan sate tegeh, artikel ini juga membahas fungsi dan filosofi sate tegeh berdasarkan nilai adat dan tradisi Bali. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Data dinalisis dengan teori simbol dengan mengkaji bentuk dan makna unsur-unsur sate tegeh dalam adat dan tradisi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembuatan sate tegeh tidak saja berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga sebagai media pendalaman makna ajaran dan filosofi ritual sate tegeh. Disarankan agar desa-desa di Bali secara reguler melaksanakan praktik kerja membuat sate tegeh sehingga tradisi luhur dapat dilestarikan. Kata Kunci: praktik pembuatan sate tegeh, upacara adat, ajaran agama Hindu

Cite

CITATION STYLE

APA

Watra, I. W. (2019). Praktik Pembuatan “Sate Tegeh” sebagai Jalan Pemahaman Makna dan Upaya Pelestarian Unsur Ritual di Desa Pakraman Padang Luwih, Canggu, Badung. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 359. https://doi.org/10.24843/jkb.2019.v09.i02.p05

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free