Perempuan Dan Penerapan Etika Feminis Dalam Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

  • Wuryandari R
N/ACitations
Citations of this article
148Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perempuan pekerja migran Indonesia sering dihadapkan pada masalah menjadi korban kekerasan baik kekerasan fisik maupun psikis. Perempuan pekerja global di mana di satu sisi memberikan sumbangan ekonomi bagi keluarga dan negara, namun di sisi lain sering dihadapkan pada ketidakmampuan dalam relasi kuasa dengan orang-orang di sekitarnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana seharusnya menempatkan posisi perempuan dalam konteks tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia yang berperspektif etika kepedulian feminis. Konstruksi sosial budaya dalam hegemoni patriarki menempatkan perempuan sebagai liyan, sebagaimana ditunjukkan oleh Simone de Beauvoir. Kebijakan Pemerintah dalam tata kelola perlindungan pekerja migran juga cenderung meliyankan mereka. Inilah permasalahan dan tantangan yang harus dikritisi agar hak perempuan pekerja migran dapat terpenuhi. Dimulai dari perubahan perspektif dalam tata kelola yang lebih mengedepankan etika kepedulian dalam etika feminis. Apabila perspektif posisi perempuan dan etika feminis dalam tata kelola perlindungan pekerja migran dapat diterapkan, diharapkan kebijakan yang dihasilkan merupakan hasil refleksi dari pengalaman konkret perempuan sendiri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wuryandari, R. D. (2022). Perempuan Dan Penerapan Etika Feminis Dalam Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan, 17(1). https://doi.org/10.47198/naker.v17i1.111

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free