Abstract
Stunting adalah salah satu masalah gizi yang terjadi pada anak. Stunting di masa yang mendatang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Anak dengan gizi baik akan terlihat gesit, aktif, dan selalu bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas sehingga mempengaruhi perkembangan, salah satunya perkembangan motoric. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan keterampilan motorik kasar anak usia 3-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik sampling purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 19 anak stunting yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Data terkait stunting didapatkan dengan pengukuran tinggi badan berdasarkan usia menggunakan microtoise. Keterampilan motorik kasar anak diukur menggunakan lembar Denver Development Screening Test (DDST) pada sektor khususnya motorik kasar anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Wilxocon Theta (uji hubungan antara stunting dengan kemampuan motorik kasar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan status stunting kategori stunted (pendek) sebesar 84,2% dan kategori severaly stunted (sangat pendek) sebesar 15,8%. Tingkat pendidikan terakhir dan pekerjaan ibu berhubungan dengan keterampilan motorik kasar anak (p<0,05). Uji wilxocon theta antara variabel stunting dengan keterampilan motorik kasar adalah 0,083 (p<0,20) Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara stunting dengan keterampilan motorik kasar anak usia 3-5 tahun.
Cite
CITATION STYLE
Lilik, L., & Awanis, A. (2024). STUNTING DAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-5 TAHUN. Journal of Nursing and Health, 9(3), 307–315. https://doi.org/10.52488/jnh.v9i3.375
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.