Abstract
The noodle-making training from dragon fruit peel waste (Hylocereus polyrhizus) in Gona Village, Kajuara Subdistrict, is a community service initiative aimed at developing local potential. About 20 members of the Gona Village community in Kajuara Subdistrict attended the socialization activity. The community participated in a socialization session regarding the nutritional content and product development based on dragon fruit peel. Organoleptic testing results of the product indicated that dragon fruit peel noodles were generally considered good by most people. Based on the results of this community service, it can be concluded that dragon fruit peel waste can be processed into noodles that have nutritional and economic value, which can be utilized to improve nutrition and income for the community in Gona Village.Pelatihan pembuatan mie dari limbah kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) di Desa Gona Kecamatan Kajuara merupakan sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal. Kegiatan sosialisasi ini terdapat sekitar 20 anggota masyarakat Desa Gona Kecamatan Kajuara yang hadir. Masyarakat mengikuti sosialisasi terkait kandungan gizi dan pengembangan produk berbahan dasar kulit buah naga. Hasil pengujian organoleptik produk menunjukkan bahwa produk mie kulit buah naga umumnya dianggap baik oleh sebagian besar orang. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah kulit buah naga dapat diolah menjadi mie yang memiliki nilai gizi dan ekonomi ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi dan pendapatan masyarakat di Desa Gona
Cite
CITATION STYLE
Perdana, R., & Muhammad Ikhsan Sukaria. (2024). Pelatihan Pembuatan Mie dari Limbah Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) di Desa Gona Kecamatan Kajuara. MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 1(2), 32–36. https://doi.org/10.51574/mammiri.v1i2.1543
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.