PASAR MINGGON JATINAN: KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN BATANG MINGGON JATINAN MARKET: MARKETING COMMUNICATION BASED ON REVITALIZATION OF LOCAL WISDOM IN BATANG DISTRICT

  • Prayoga M
  • Widiarti P
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui strategi komunikasi pemasaran berbasis revitalisasi kearifan lokal di Pasar Minggon Jatinan (PMJ), (2) mengetahui interaksi simbolik yang terjadi dalam kegiatan jual beli di Pasar Minggon Jatinan (PMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun tempat penelitian berada di Hutan Kota Rajawali Batang. Sumber data didapatkan dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara semi terstruktur dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 6 kelompok responden. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan dari Maret-Juli 2019. Penelitian ini menggunakan kajian teori Integrated Marketing Communication (KotlerKeller: 2012) dan Interaksi Simbolik (Blumer: 1969). Penelitian divalidasi melalui teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Minggon Jatinan menggunakan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui periklanan (logo, simbol, radio dan tv lokal, poster dan brosur); komunikasi interpersonal (sosialisasi kepada ASN, forum PKK dan organisasi wanita, rapat internal dengan stakeholders); pemanfaatan media sosial (instagram, facebook, dan youtube), publisitas (internal: website Pemerintah Kabupaten Batang, ekternal: siaran pers, media gathering); acara berbasis budaya (peringatan 17 Agustus, aksi sosial, story telling, sosialisasi pemilu, puncak 1st anniversary PMJ); promosi penjualan (pemberian hadiah lomba berupa kreweng, piala, dan uang tunai); dan penjualan perseorangan (Pantura Tourism Expo 2018 dan kegiatan kepariwisataan). Sedangkan interaksi simbolik ditunjukkan dalam interaksi transaksi jual beli yang dimaknai oleh para penjual, pembeli, dan pengunjung melalui halal tourism; kreweng; produk “kearifan lokal”; pakaian daerah; kampanye ramah lingkungan; lincak; hiburan berbasis budaya; dan pesan edukasi. Simbol-simbol tersebut menunjukkan adanya revitalisasi kearifan lokal di Kabupaten Batang.Kata Kunci: Pasar Minggon Jatinan, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Interaksi Simbolik, Kearifan Lokal

Cite

CITATION STYLE

APA

Prayoga, M. H., & Widiarti, P. W. (2020). PASAR MINGGON JATINAN: KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN BATANG MINGGON JATINAN MARKET: MARKETING COMMUNICATION BASED ON REVITALIZATION OF LOCAL WISDOM IN BATANG DISTRICT. Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(4). https://doi.org/10.21831/lektur.v2i4.16347

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free