Abstract
Al-Qur’an menyebutkan beberapa kali kata kertas dan bangsa Arab telah mengenal kertas sebelum Islam, namun belum ditemukan fakta bahwa Al-Qur’an dan hadis ditulis pada masa Nabi di atas kertas. Yang jelas bahwa kertas mulai berkembang penggunaaannya di dunia Islam setelah ‘Amr bin ‘Ash merebut Mesir pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin al- Khaththab. Pada waktu terbunuhnya Utsman bin ‘Affan disebutkan bahwa Fatimah binti Syuraik memasukkan Marwan bin al-Hakam ke dalam sebuah rumah yang berisi kertas. Pada zaman Khulafa’ al-Rasyidin, terutama pada zaman Abu Bakar al-Shiddiq dan ‘Umar bin al- Khaththab, periwayatan hadis sedikit. Pada zaman ini periwayatan hadis dilakukan dengan cara yang ketat dan hati-hati. Hal tersebut, diketahui dari cara mereka menerima hadis. Terkait dengan hadisnya, Nabi Muhammad saw., menetapkan beberapa kebijakan, di antaranya yaitu memerintahkan untuk menghafal dan menyampaikan hadisnya (termasuk Al-Qur`an), melarang menulis segala sesuatu yang berasal dari padanya kecuali Al-Qur`an, memerintahkan atau membolehkan menulis segala sesuatu yang berasal dari padanya termasuk hadisnya. Artikel ini merupakan kajian pustaka yang diperoleh dari berbagai macam sumber bacaan. Kata
Cite
CITATION STYLE
Jayadi, M. (2015). Perkembangan Literatur Hadis pada Masa Awal Islam. Khizanah Al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, Dan Kearsipan, 3(1), 65–78. https://doi.org/10.24252/kah.v3i1a6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.