Abstract
Latar Belakang: Setiap komponen darah memiliki risiko terhadap kontaminasi bakteri salah satunya pada produk darah PRC. Kontaminasi PRC dapat di peroleh dari pengambilan darah lengkap, pemisahan darah yang tidak steril, penyimpanan darah dan bakteremia pendonor. PRC memiliki masa simpan sekitar 21-42 hari yang dapat mempengaruhi viabilitas eritrosit. Eritrosit yang hemolisis menandakan adanya kontaminasi bakteri. Upaya pencegahan saat ini mencakup skrining darah rutin terhadap penyakit menular seperti HIV, HBV, HCV, dan Syphilis sedangkan untuk skrining bakteri yang mengontaminasi darah belum dilakukan secara rutin. Tujuan: Menganalisis ada atau tidaknya bakteri yang tumbuh pada produk darah PRC setelah di inkubasi selama 24 jam. Metode: Jenis penelitian ini mengunakan penelitian observasional deskriptif yaitu memberikan gambaran melalui observasi langsung pada produk darah PRC di unit transfusi darah PMI Kota Yogyakarta yang telah lolos uji skrinning IMLTD. Data yang dianalisis yaitu pengamatan terhadap pertumbuhan bakteri pada kultur PRC yang telah diinokulasi pada media Baird Parket Agar Base (BAP) setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil: Hasil penelitian analisis pertumbuhan bakteri pada tiga kantong PRC di UTD PMI Kota Yogyakarta menunjukan bahwa tidak ditemukan koloni bakteri yang tumbuh pada media BAP. Simpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, belum mewakili hasil keseluruhan sampel PRC sehingga dapat disimpulkan bahwa quality control pada uji kontamaninasi bakteri pada bulan Maret 2024 belum 100% negatif terhadap kontaminasi bakteri.
Cite
CITATION STYLE
Rahmawati Zain, K., Widyaswara, G., & Sarti, R. (2025). Analisis pertumbuhan bakteri pada produk darah Packed Red Cell (PRC) di unit transfusi darah PMI Kota Yogyakarta. Avicenna : Journal of Health Research, 8(1). https://doi.org/10.36419/avicenna.v8i1.1357
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.