Abstract
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia. Preeklampsia merupakan keadaan spesifik yang ditandai dengan adanya hipertensi dan proteinuri yang baru terjadi pada kehamilan setelah usia 20 minggu gestasi. Faktor risiko internal seperti umur dan riwayat penyakit menjadifaktor risiko yang paling berperan dalam kejadian preeklampsia. Tatalaksana komprehensif dibutuhkan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin, salah satunya adalah kejang eklampsia. Morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi pada kehamilan dapat dicegah dengan pemberian profilaksis magnesium sulfat (MgSO4). Magnesium sulfat sudah digunakan lebih dari seabad sebagai antikonvulsan karena efek samping yang minimal serta keamanan yang sudah teruji. Agen neuroprotektor ini bertindak sebagai stabilitator membran sel dan pada sistem saraf pusat bekerja sebagai pemblokir non-kompetitif dari N-metil reseptor d-aspartat (NMDA) glutamat. Mekanisme antikonvulsan MgSo4 berupa penurunan resistensi perifer terjadi dengan inaktivasi miosin rantai kinase sehingga terjadi relaksasi arteri dan berujung pada penurunan tekanan darah. Penggunaan MgSO4 sebagai profilaksis kejang pada preeklamsia terbukti memiliki pengaruh yang bermakna pada berbagai studi. Pengaruh penggunaan MgSO4 pada pasien preeklampsia berupa penurunan kasus kejang eklampsia, penurunan penggunaaan antihipertensi, penurunan tekanan darah sistolik dan sebagai agen neuroprotektor pada janin.
Cite
CITATION STYLE
Amalia, F. F. (2020). PENGARUH PENGGUNAAN MGSO4 SEBAGAI TERAPI PENCEGAHAN KEJANG PADA PREEKLAMPSIA. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(1). https://doi.org/10.33024/jikk.v7i1.2215
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.