Pengaruh Cooperative Learning Terhadap Resiliensi Akademik Remaja

  • Laura A
  • Nugroho A
  • Wulandari A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Resiliensi akademik merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mempertahankan diri dalam menghadapi tekanan maupun permasalahan akademik. Remaja yang sedang berada dalam fase storm and stress dapat memunculkan rasa tertekan ketika dihadapkan dengan permasalahan akademik sehingga rentan untuk mengalami stress, depresi, ataupun bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode cooperative learning pada pembelajaran remaja dalam meningkatkan resiliensi akademik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi-experiment (one-group pretest-posttest design) dengan purposive sampling dalam pemilihan partisipan. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 14 orang remaja, usia 12-17 tahun yang berada dibawah naungan WVI (Wahana Visi Indonesia). Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan menggunakan skala resiliensi akademik ARS-30 (Academic Resilience Scale). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode cooperative learning tidak signifikan dalam meningkatkan resiliensi akademik dengan hasil p=0,475 ( p>0,05)

Cite

CITATION STYLE

APA

Laura, A., Nugroho, A. D., Wulandari, A. A., Wibisono, A. B., & Budiman, D. T. (2022). Pengaruh Cooperative Learning Terhadap Resiliensi Akademik Remaja. Psychopreneur Journal, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.37715/psy.v6i1.2458

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free