HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN PRIA PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGGOTA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA (PWRI) KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK, BANJARNEGARA

  • Hapsari E
  • Indriana Y
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan, dan menyebabkan hilangnya peran atau jabatan seseorang. Hal tersebut merupakan proses yang menimbulkan stres yang berkontribusi pada penurunan kesehatan fisik dan mental. Para pensiunan tidak dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi ini maka dapat mengalami kecenderungan post power syndrome. Tingkat kepuasan pernikahan itu sendiri berhubungan dengan tingkat depresi yang dialami oleh sesesorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria pegawai negeri sipil anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dan sampel berjumlah 61 pensiunan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan (29 item valid, = 0,918) dan Skala Kecenderungan Post Power Syndrome (30 item valid, = 0,905) yang sebelumnya telah diujicobakan terhadap 40 pensiunan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar -0,85 dengan p = 0,000 (p < 0,05), maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria Pegawai Negeri Sipil. Sumbangan efektif variabel kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan post power syndrome sebesar 72,2%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hapsari, E., & Indriana, Y. (2015). HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN PRIA PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGGOTA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA (PWRI) KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK, BANJARNEGARA. Jurnal EMPATI, 4(2), 187–192. https://doi.org/10.14710/empati.2015.14914

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free