SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI LABU KUNING (Curcubita Moschata) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus

  • Aulia Debby Pelu
  • Ira P. Ely
  • Lukman La Bassy
N/ACitations
Citations of this article
107Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan sayuran penting karena nilai nutrisinya dan manfaat kesehatannya. Tanaman ini adalah sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid polisakarida, garam mineral, dan vitamin yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi.. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) terhadap daya hambat bakteri staphylococcus aureus dengan metode Difusi sumuran. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode  difusi sumuran. Sebagai control positif yang di ganakan adalah kloramfenikol. Selanjutnya diinkubasi pada temperatur 37o selama 24 jam yang kemudian zona hambat yang terbentuk selanjutnya diukur. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) memiliki aktivitas antibakteri dengan adanya daya hambat disekitar sumuran dari masing-masing konsentrasi ekstrak. Pada konsentrasi ekstrak 10% diameter daya hambat 19 mm, konsentrasi 15% diameter daya hambat 20 mm, konsentrasi  20% diameter daya hambat 21 mm dan untuk konsentrasi 15% dengan diameter daya hambat 24 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri staphylococcus aureus.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aulia Debby Pelu, Ira P. Ely, & Lukman La Bassy. (2020). SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI LABU KUNING (Curcubita Moschata) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(1), 61–70. https://doi.org/10.57214/jusika.v4i1.151

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free