Abstract
Masa kanak-kanak usia 3–12 tahun merupakan periode penting dalam pembentukan sosial emosional anak, di mana mereka belajar berinteraksi, memahami aturan, dan mengelola emosi. Salah satu stimulasi yang efektif adalah kegiatan finger painting, yang tidak hanya melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial. Berdasarkan observasi di POS PAUD Mutiara Cigembor Ciamis, masih ditemukan anak yang kurang bersosialisasi, mudah emosi, enggan berbagi, serta memiliki kepercayaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus selama September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan dilakukan melalui RPPH dan RPPM secara sistematis, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan orang tua berkontribusi dalam penyediaan alat serta bahan. Pelaksanaan finger painting yang terstruktur dan konsisten memberikan pengalaman belajar berulang yang memperkuat perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak. Kolaborasi guru dan orang tua terbukti efektif meningkatkan perkembangan sosial emosional anak dengan rata-rata capaian 10,86 kategori berhasil. Anak menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan berbagi, dan pengendalian emosi.
Cite
CITATION STYLE
Eni Henawati, , Sofia Ratna Awaliah Fitri, & Saeful Milah. (2025). Stimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Kegiatan Finger Painting Berbasis Kolaborasi Guru dan Orang Tua. Arunika Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Menengah, 1(2), 1–13. https://doi.org/10.59966/arunikawidya.v1i2.142
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.