Abstract
Desa Aribang, Kabupaten Polewali Mandar, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk kakao unggul, namun Kelompok Tani Pemuda Aribang menghadapi tantangan dalam pemasaran produk, pengelolaan keuangan, serta menjaga semangat petani muda agar terus berkelanjutan dalam bertani. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam memasarkan produk biji kakao unggul, mengelola keuangan usaha secara efisien, serta mempertahankan semangat petani muda untuk terus berkontribusi dalam sektor pertanian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, melibatkan identifikasi kebutuhan melalui diskusi dan observasi, penyusunan materi penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan secara praktis dengan ceramah, simulasi, dan studi kasus, serta pendampingan pasca-kegiatan. Materi yang diberikan mencakup kriteria produk kakao unggul, jaringan pasar produk kakao, dan pengelolaan keuangan sederhana. Hasil menunjukkan bahwa program ini sangat bermanfaat, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pemasaran dan pengelolaan keuangan. Peserta mulai menerapkan strategi pemasaran digital dan pencatatan keuangan usaha sederhana, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk kakao unggul di pasar. Program ini berhasil mencapai tujuan dengan meningkatkan keterampilan kelompok tani dalam pemasaran dan pengelolaan keuangan. Namun, pendampingan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan implementasi.Aribang Village, located in Polewali Mandar Regency, holds significant potential for developing premium cocoa products. However, the Aribang Youth Farmer Group faces challenges in product marketing, financial management, and maintaining the enthusiasm of young farmers to sustain agricultural activities. This community service program aims to enhance the capacity of the farmer group in marketing premium cocoa products, managing business finances efficiently, and maintaining the commitment of young farmers to continue contributing to the agricultural sector. The method employed in this activity is a participatory approach, which involves identifying needs through discussions and observations, preparing educational materials, delivering practical training through lectures, simulations, case studies, and post-activity mentoring. The materials provided cover the criteria for premium cocoa products, cocoa product market networks, and basic financial management. The results indicate that this program has been highly beneficial, with a significant increase in participants' knowledge of marketing and financial management. Participants have begun implementing digital marketing strategies and simple business financial records, which are expected to improve the competitiveness of premium cocoa products in the market. This program successfully achieved its objectives by improving the farmer group’s skills in marketing and financial management. However, further mentoring is needed to ensure the sustainability of the implementation.
Cite
CITATION STYLE
Basir, I., Adha, W. M., & Yamin, M. M. (2024). PENYULUHAN PEMASARAN PRODUK BIJI KAKAO UNGGUL DAN PENGELOLAAN KEUANGAN SEDERHANA PADA KELOMPOK TANI PEMUDA ARIBANG DESA PASIANG. Jurnal Abdi Insani, 11(4), 2435–2442. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.2128
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.