Abstract
Artikel ini membahas tentang okultisme yang merupakan kepercayaan terhadap kuasa-kuasa gelap yang dapat memberi keuntungan sekaligus menghancurkan kehidupan manusia yang hidup di dalam praktik tersebut. Praktik okultisme ini sudah ada sejak dahulu kala, dikenal dan dipraktikkan oleh orang-orang tertentu hingga saat ini masih ada yang memelihara, mempraktikkan dan mempercayainya. Masalah tentang praktik okultisme ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan lama tentang percaya kepada roh orang mati serta melakukan berbagai praktik untuk menghormati arwah atau meminta berkat, kesembuhan bahkan menganggap bahwa orang yang meninggal masih ada hubungannya dengan orang yang hidup sehingga mereka masih saja mempraktikkannya. Penelitian lapangan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui praktik okultisme di seputar kematian kemudian bagaimana pemahaman warga jemaat tentang praktik okultisme serta bagaimana mendeskripsikan strategi gereja dalam mengatasi praktik okultisme di seputar kematian. Praktik okultisme ini sangatlah bertentangan dengan ajaran Kristen karena mengajarkan tentang kuasa kegelapan yang dapat membawa orang hidup dalam ketidaktaatan, ketidakpatuhan, dan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Namun, hal ini masih saja dipraktikkan oleh sebagian orang yang masih memiliki pemahaman bahwa praktik tersebut dapat memberi keuntungan, kesembuhan, dan berkat.
Cite
CITATION STYLE
Harefa, G. G., Gulo, E. K., & Gaurifa, M. W. (2022). Strategi Gereja dalam Mengatasi Praktik Okultisme di Seputar Kematian. HINENI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 37–47. https://doi.org/10.36588/hjim.v2i1.55
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.