Inovasi Peningkatan Pendapatan Petani Bunga Melati melalui Diversifikasi Produk: Studi Kasus Dusun Bunalas

  • Musyafak M
  • Windari R
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kabupaten Bangkalan adalah salah satu daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur yang memiliki keunggulan sebagai daerah berpotensial di sektor pertanian, khususnya komoditas bunga melati. Kabupaten Bangkalan mempunyai areal lahan bunga melati seluas 50 hektar. Kecamatan yang memiliki jumlah petani bunga melati dan luas lahan terbesar yaitu Kecamatan Burneh, tepatnya di Dusun Bunalas Desa Tunjung. Namun, terdapat permasalahan yang menyebabkan petani bunga melati tidak dapat meningkatkan pendapatannya yaitu kurangnya diversifikasi bunga melati dan tidak mengetahui cara mengolah bunga melati sehingga tidak dapat meningkatkan nilai tambah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan agar petani bunga melati dapat melakukan diversifikasi atau pengolahan bunga melati menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan ini dilakukan dengan 10 petani yang ikut dalam sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Dalam perkembangannya terdapat 3 tahapan dalam keberlanjutan pengabdian ini yaitu tahap jangka pendek, menengah dan panjang dengan maksud agar menghasilkan produk lilin aromaterapi yang dapat dipasarkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Musyafak, M., & Windari, R. (2024). Inovasi Peningkatan Pendapatan Petani Bunga Melati melalui Diversifikasi Produk: Studi Kasus Dusun Bunalas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Dan Komunitas, 1(1), 10–22. https://doi.org/10.52620/jpmk.v1i1.20

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free