Abstract
Banyak orang yang menganggap bahwa nyanyian jemaat dalam ibadah tidak terlalu penting dibandingkan dengan nyanyian paduan suara atau musik lainnya yang ada di gereja. Dengan anggapan bahwa jemaat sudah mengenal, sudah mengetahui, bahkan sudah menguasai lagunya, maka tidak perlu ada persiapan atau pun latihan. Tentu saja ini anggapan yang sangat keliru. Setiap umat hendaknya memahami bahwa nyanyian jemaat yang digunakan dalam rangkaian liturgi ibadah haruslah dipersiapkan, dilatih, dan dipersembahkan dengan sebaikbaiknya. Sikap peduli nyanyian jemaat perlu dipertahankan, pemeliharaan buku nyanyian harus terus menerus dilakukan. Memang harus diakui, kesalahan seringkali terjadi seperti: penggunaan lagu dari minggu ke minggu itu-itu saja – tidak sesuai dengan tematik ibadah, kurang variatif, selera siapa (?) – penempatan nyanyian tidak sesuai dengan rumpun ibadah – lagu tidak sesuai dengan kalender gereja, tidak sesuai dengan doktrin gereja – tetapi semua itu merupakan hal yang masih bisa dihindari bahkan diperbaiki demi mencapai kesempurnaan.
Cite
CITATION STYLE
Siahaan, R. (2012). Memahami Nyanyian Jemaat Sebagai Sentral Musik Gereja Apa dan Bagaimana? Jurnal Jaffray, 10(2), 157. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i2.57
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.