Abstract
Nilai intrinsik merupakan nilai seharusnya dari suatu saham. Terdapat tiga kondisi pada penghitungan nilai intrinsik saham yaitu undervalue dimana nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar, overvalue dimana nilai intrinsik lebih kecil dari harga pasar, sedangkan correct value dimana nilai intrinsik sama dengan harga pasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai intrinsik dalam menyusun strategi dan membuat keputusan bagi investor dalam menentukan waktu yang tepat saat investasi saham, baik menjual, membeli atau menahan saham tersebut. Analisis yang digunakan dalam menghitung nilai intrinsik saham dalam penelitian ini menggunakan analisis fundamental dengan pendekatan Price Earning Ratio. Objek penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar pada Indeks SRI-KEHATI periode 2015-2017. Hasil penelitian menunjukkan 10 saham perusahaan dalam kondisi undervalue yaitu perusahaan BBNI, BMRI, INDF, JSMR, KLBF, LSIP, PJAA, TLKM, UNTR, WSKT maka keputusan investasi yang tepat adalah membeli saham tersebut. Terdapat 5 perusahaan yang sahamnya dalam kondisi overvalue yaitu ASII, BBCA, BBRI, BDMN, UNVR dan WIKA maka keputusan investasi yang tepat yaitu menjual saham apabila telah memilikinya atau tidak membeli saham tersebut. Tidak terdapat saham perusahaan pada Indeks SRI-KEHATI dengan kondisi correct value.
Cite
CITATION STYLE
Nursetyo, A. I., & Syarifudin, A. (2020). Pengambilan Keputusan Investasi Saham Menggunakan Pendekatan Price Earning Ratio (Studi Kasus pada Perusahaan Terdaftar di Indeks Sri-Kehati Periode 2015-2017). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 2(1), 22–28. https://doi.org/10.32639/jimmba.v2i1.437
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.