Abstract
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) sebagai salah satu Certificate Authority di Indonesia telah merilis aplikasi penandatangan elektronik berbasis desktop kepada publik, namun salah satu kekurangan aplikasi desktop adalah rendahnya portabilitas dalam penggunaan. BSrE juga telah merilis aplikasi penandatangan elektronik untuk sistem operasi mobile, namun hanya diperuntukkan bagi pengguna sistem operasi Android. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah Bot Telegram yang dapat digunakan untuk menandatangani dokumen elektronik menggunakan sertifikat X509 dimanapun dan kapanpun, serta dapat berjalan pada semua platform sistem operasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Application Development (RAD) yang terdiri dari empat tahap, Requirements Planning, User Design, Construction dan Cutover. Sistem backend bot dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java yang terintegrasi dengan basis data MySQL untuk menyimpan sesi percakapan. Penelitian menghasilkan sebuah sistem Bot Telegram yang memiliki tiga fungsi utama, yakni tanda tangan, verifikasi dan pengaturan. Dokumen yang ditandatangani telah diuji pada beberapa aplikasi pembaca berkas pdf dan tanda tangan elektronik dapat dikenali dan divalidasi. Bot juga dapat memverifikasi dokumen yang ditandatangani oleh aplikasi lain. Hasil pengujian terhadap komponen fungsional dan non-fungsional dengan metode black-box testing menunjukkan sistem dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan pada requirements planning. Hasil evaluasi kelayakan menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan sistem berada dalam kategori baik dan layak untuk digunakan.
Cite
CITATION STYLE
Kabetta, H. (2020). Desain dan Implementasi Penandatangan Elektronik Sertifikat X509 Menggunakan Platform Bot Telegram. Telematika, 13(1), 22–35. https://doi.org/10.35671/telematika.v13i1.936
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.