Potensi Tepung Pakan Alternatif dari Maggot dan Azolla (Malla) sebagai Bahan Baku Pakan Ternak dengan Kandungan Protein Tinggi

  • Sajuri S
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sajuri Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan ABSTRAK Ketersediaan pakan merupakan faktor utama dari suksesnya usaha peternakan, baik berupa peternakan ungas, pemamah biak, maupun ikan. Pakan dapat dibedakan menjadi pakan alami dan pakan buatan. Bahan baku utama penunjang protein yang sering digunakan adalah limbah ikan, namun ketersediaannya fluktuatif. Potensi bahan baku al ternatif dengan kandungan protein tinggi diantaranya adalah maggot dari lalat Hetermia illucens yang memiliki kandungan protein hewani dan tanaman azolla yang memiliki kandungan protein nabati. Penulisan ini menggunakan metode diskriptif yaitu penulisan yang mengacu pada pemecahan masalah yang aktual, pengumpulan data, disusun, dijelaskan dan di analisis. Pembahasan masalah dengan menggunakan studi pustaka dan hasil uji laboratorium sebagai sumber informasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya produk tepung pakan malla yang memiliki tiga produk turunan yang dibuat menjadi tiga grade. Kandungan proksimat yang dimiliki tepung pakan Malla grade 1 antara lain protein 33.70%, lemak 26.28%, karbohidrat 17.32%, kadar air 9.72% dan kadar Abu 12.98%. Pada grade 2 protein 32.84%, lemak 25.03%, karbohidrat 18.77%, kadar air 9.40% dan kadar Abu 13.96% dan Pada grade 3 protein 31.61%, lemak 24.63%, karbohidrat 20.59%, kadar air 9.71% dan kadar Abu 13.46%. Kesimpulan yang diperoleh yaitu 1.) Tepung pakan malla merupakan bahan baku yang berasal dari campuran antara protein hewani (maggot) dan protein nabati (azolla), 2.) Produk tepung pakan malla merupakan suplemen protein pakan ternak dan dapat pula digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak. 3.) Produk tepung pakan malla memiliki turunan produk menjadi tiga grade yang memiliki kandungan protein diatas 30%, dan 4.) Tepung pakan Malla memiliki potensi dalam menunjang pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kata kunci: Pakan, Maggot, Azolla, Tepung pakan Malla, Protein ABTRACT Availability of feed is a major factor in the success of livestock businesses, both in the form of poultry farms, ruminants, and fish. Feed can be divided into natural food and artificial feed. The main raw material supporting protein that is often used is fish waste, but its availability is fluctuating. Potential alternative raw materials with high protein content include maggot from Hetermia illucens fly which contains animal protein and azolla plants which have vegetable protein content. This writing uses a descriptive method, namely writing that refers to the actual problem solving, data collection, compiled, explained and analyzed. Discussion of problems using literature studies and laboratory test results as a source of information. T he result of this activity is the creation of malla feed flour products which have three derivative products made into three grades. The proximate content of Malla grade 1 feed flour includes protein 33.70%, fat 26.28%, carbohydrate 17.32%, moisture content 9.72% and ash content 12.98%. At grade 2 protein 32.84%, fat 25.03%, carbohydrate 18.77%, water content 9.40% and ash content 13.96% and at grade 3 protein 31.61%, fat 24.63%, carbohydrate 20.59%, moisture content 9.71% and ash content 13.46%. The conclusions obtained are 1.) Malla flour is a raw material derived from a mixture of animal protein (maggot) and vegetable protein (azolla), 2.) Feed flour product malla is a animal feed protein supplement and can also be used as raw material for making animal feed. 3.) Malla feed flour products have a product derivative into three grades that have a protein content above 30%, and 4.) Malla feed flour has the potential to support sustainable integrated farming.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sajuri, S. (2019). Potensi Tepung Pakan Alternatif dari Maggot dan Azolla (Malla) sebagai Bahan Baku Pakan Ternak dengan Kandungan Protein Tinggi. Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(1). https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i1.790

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free