Abstract
Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan bekas tanam merupakan petak utama sedangkan perlakuan lainnya merupakan anak petak yang terdiri dari 2 (dua) faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama rotasi tanam Kedelai-Padi dan Jagung-Padi. Faktor kedua perlakuan komposisi pupuk, P0 (kontrol), P1 (100% kompos), P2 (50% kompos + 50% N anorganik), P3 (75% kompos+ 25% N anorganik). Perlakuan (L2P1) menghasilkan berat 1000 butir tertinggi sebera 25,28g, L2P3 menghasilkan kadar amilosa tertinggi seberat 20,51%, L1P0 menghasilkan kadar amilopektin sebesar 58,42%. Perlakuan L2 menghasilkan berat gabah kering panen seberat 0,92kg/petak, menghasilkan berat 1000 butir seberat 25,10g, kadar amilosa sebesar 19,23% dan perlakuan L1 menghasilkan kadar amilopektin tertinggi sebesar 54,39%. Perlakuan (P2) menghasilkan panjang tanaman tertinggi 102,67cm, P1 menghasilkan berat 1000 butir sebesar 24,36g, P3 menghasilkan kadar amilosa sebesar 20,00%, P0 menghasilkan kadar amilopektin sebesar 57,72%.
Cite
CITATION STYLE
Sahbudin, S., Suwandi, S., & Priyadarshini, R. (2019). PENGGUNAAN LAHAN BEKAS TANAM PALAWIJA DAN KOMPOSISI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI PADI (Oryza sativa L). BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI - PLUMULA, 6(1), 31–40. https://doi.org/10.33005/plumula.v6i1.4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.