Abstract
Kajian tentang Islam-Jawa bersifat sangat dinamis menyesuiakan dengan situasi dan kondisi perkembangan pemahaman keagamaan, sehingga memunculkan sikap ekpresif dalam merepresentasikan pemahaman keagamaan. Ekspresi tersebut memperebutkan ruang negoisasi dalam kultur masyarakat, juga sebagai jalan tengah diantara ajaran agama Islam dan Jawa. Dalam ruang lingkup masyarakat Jawa, slametan merupakan roh dari ritus peribadatan. Slametan juga menjadi salah satu sarana ekspresi dan negoisasi masyarakat Jawa atas kejadian-kejadian Alam. Slametan juga sebagai bentuk ekspresi kaum santri yang telah meng-alkuturasikan budaya slametan yang sesuai dengan ajaran Islam sehingga slametan sebagai modal capital santri dalam mengekspesikan pemahaman keagamaan.
Cite
CITATION STYLE
Bayu, B. fermadi. (2024). Akulturasi Ekspresif Islam-Jawa : Studi atas Fenomena Sosial Keagamaan di Pare. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 10(1), 20–31. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v10i1.900
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.