Analisis Seni Gambar Kaligrafi Santri Madrasah Aliyah Kelas XI Usia 16-17 Tahun di Pesantren Al Aulia Bogor Barat

  • Putri S
  • Oetopo A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The purpose of this research is to analyze the art of calligraphy painting, as well as to find the meaning of each Qur'anic verse in the work and its implementation. It is based on the background of the fact that the factor in drawing calligraphy is more supportive of Qur'an reading and writing activities or can support the Qur'an tahfiz program and can be a material in preaching, improving the characteristics of santri / nun children to be better guided by the book of the Qur'an. The theories used for this research include Nasir's theory on the definition of religious institutions, Hakim's theory on the pesantren education model, Victor Lownfeld's "Creativity and Mental Growth", the developmental period of fine arts at the age of 16-17, Al-Faruqi's theory on reading the Quran and khat, and Susanto's theory on the definition of calligraphy. The method used is descriptive research with a qualitative approach. The type of analysis used is formalistic analysis using the theory according to Aliakbari and Hatami about "The Role of Calligraphy in Islamic Art and Its Interpretation", and content analysis using the theory according to Stokstad and Cothren and the theory of Sheila S. Blair and Jonathan M. Bloom. The results of this study indicate that there are several works of students who are still beginners in the technique of making calligraphic image decorations. The inhibiting factor in the implementation of extracurricular Al-Qur'an calligraphy at the Al-Aulia Islamic Boarding School is time constraints with other pesantren activities. The supporting factors are students, Islamic boarding school coaches, extracurricular advisors.The recommendation is the importance of improving and optimizing the creativity of students. For calligraphy extracurricular advisors, it is expected to utilize technological media, so that students are faster in the development of calligraphy knowledge and make references for further research related to the analysis of calligraphy drawing art in students.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seni gambar kaligrafi, serta untuk menemukan makna dari setiap ayat Al-Qur'an dalam karya dan implementasinya. Hal itu berdasarkan latar belakang fakta bahwa Faktor dalam menggambar kaligrafi lebih mendukung kegiatan baca tulis Qur’an atau dapat mendukung program tahfiz Qur’an serta dapat menjadi bahan dalam berdakwah, meningkatkan karakteristik anak santri/santriawati menjadi lebih baik yang berpedoman pada kitab Al-Qur’an. Teori yang digunakan untuk penelitian ini di antaranya adalah teori menurut Nasir tentang definisi lembaga keagamaan, teori menurut Hakim tentang model pendidikan pesantren, Victor Lownfeld tentang “Creativity and Mental Growth”, masa perkembangan seni rupa pada usia 16-17 tahun, teori Al-Faruqi membahas tentang bacaan Al-Qur’an dan khat, serta teori Susanto tentang definisi kaligrafi. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Jenis analisis yang digunakan yaitu analisis formalistik menggunakan teori menurut Aliakbari dan Hatami tentang "The Role of Calligraphy in Islamic Art and Its Interpretation", serta analisis konten menggunakan teori menurut Stokstad dan Cothren  serta teori dari Sheila S. Blair dan Jonathan M. Bloom. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa karya santri yang masih pemula dalam teknik membuat dekorasi gambar kaligrafi. Faktor penghambat pelaksanaan ekstrakurikuler kaligrafi Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Aulia adalah keterbatasan waktu dengan kegiatan pesantren lainnya. Adapun faktor pendukungnya adalah Santri, Pembina Pondok Pesantren, Pembimbing Ekstrakurikuler. Rekomendasinya adalah pentingnya dalam meningkatkan dan mengoptimalkan kreativitas santri. Bagi pembimbing ekstrakulikuler kaligrafi diharapkan memanfaatkan media teknologi, agar santri lebih cepat dalam perkembangan ilmu kaligrafinya serta menjadikan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan analisis seni gambar kaligrafi pada santri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, S., & Oetopo, A. (2023). Analisis Seni Gambar Kaligrafi Santri Madrasah Aliyah Kelas XI Usia 16-17 Tahun di Pesantren Al Aulia Bogor Barat. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa Dan Budaya Visual, 3(1), 63–68. https://doi.org/10.21009/qualia.31.10

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free