PERGESERAN PENGGUNAAN TUTUR SAPA PADA KELUARGA SUKU GAYO LUES MODERN

  • Qatrunnada D
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Panggilan atau tutur sapa digunakan untuk menandai atau memanggil seseorang. Dalam kehidupan bermasyarakat Suku Gayo Lues, tutur adalah budaya yang sangat penting. Tutur atau yang biasanya disebut pentalun adalah sebuah sapaan yang berasal dari tiga hal, yaitu, hubungan darah, perkawinan, dan hubungan sosial. Selain itu, tutur sapa dalam masyarakat Suku Gayo juga dapat mendeskripsikan sesuatu yang lebih spesifik seperti, umur, penghormatan, dan teman dekat atau biasa. Di era globalisasi saat ini, perkembangan terus terjadi terhadap segala hal, baik dalam teknologi, komunikasi, budaya, dan lain-lain. Namun, perkembangan ini tak sepenuhnya menuju ranah yang baik. Beberapa perkembangan yang terjadi membawa pengaruh buruk dalam kehidupan, mempengaruhi kehidupan budaya dan Bahasa masyarakat daerah. Hal ini mengakibatkan masyarakat menjadi enggan meneruskan warisan adat istiadat dan budaya yang dianggap kuno dan malah beradaptasi dengan perkembangan yang dianggap lebih modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori etnolinguistik. Etnolinguistik sendiri adalah sebuah kajian yang berfokus pada kearifan lokal yang dimiliki sebuah masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dimana peneliti akan mewawancarai beberapa keluarga Suku Gayo Lues modern maka dari itu peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tutur sapa yang masih digunakan oleh keluarga masyarakat Suku Gayo modern. Selain itu, diharapkan hasil penelitian ini akan menyadarkan masyarakat Suku Gayo tentang penggunaan tutur sapa yang masih tersisa dalam kehidupan masyarakat Suku Gayo Lues terkini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Qatrunnada, D. (2022). PERGESERAN PENGGUNAAN TUTUR SAPA PADA KELUARGA SUKU GAYO LUES MODERN. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 45–48. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.21

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free