Subjective Well-Being pada Ibu Tunggal Dewasa Awal yang Bercerai

  • Lestari D
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well-being (SWB) pada ibu tunggal dewasa awal yang bercerai. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah 4 orang wanita berusia 20-40 tahun yang telah bercerai dan memiliki anak. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki SWB bervariasi, yaitu ada persamaan dan perbedaan pada subjek. Keempat subjek memiliki afek positif lebih dominan dibandingkan afek negatif serta memiliki kepuasan hidup. Keempat subjek merasa senang dengan kehidupannya sebagai ibu tunggal. Keadaan sedih, marah, serta khawatir terjadi ketika hendak memutuskan bercerai ataupun sesaat setelah bercerai. Seiring berjalannya waktu mereka menerima kehidupan masa lalu mereka, menjalani kehidupan sekarang dengan bahagia, dan memiliki tujuan untuk masa depannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, D. W. P. (2021). Subjective Well-Being pada Ibu Tunggal Dewasa Awal yang Bercerai. Acta Psychologia, 1(1), 15–22. https://doi.org/10.21831/ap.v1i1.43304

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free