Dilema Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Kawasan Tiga Gili Kabupaten Lombok Utara

  • Himawan Sutanto
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pembangunan pariwisata daerah memiliki banyak manfaat bagi kemajuan daerah, namun tingginya permintaan industri pariwisata dapat mengancam keberlanjutan pariwisata tersebut. Melalui pendekatan deskriptif penelitian ini ditujukan untuk melihat dilema yang dihadapi dalam tantangan mendorong pariwisata berkelanjutan. Hasil yang diperoleh bahwa ada dilema antar bidang seperti Lingkungan-Sosial, lingkunganekkonomi, sosial-ekonomi masih terjadi dan tidak terelakan dikarenakan sifat dasar manusia yaitu homoekonomikus. Pemanfaatan lingkungan sebagai komoditas wisata membawa efek positif bagi perekonomian masyarakat, namun menyebabkan tingginya ketimpangan harga dan distribusi pendapatan antara masyarakat Gili dan non-Gili. Pesatnya arus wisatawan di kawasan 3 Gili membuat gaya hidup masyarakat sekitar berubah menjadi hedonis dan budaya party yang tidak sesuai dengan budaya setempat. Ketimpangan distribusi pendapatan antar masyarakat Gili dan luar gili sangat tinggi yang dapat memicu kecemburuan sosial. Potensi hasil tangkapan nelayan akan mengalami penurunan mengingat beberapa aturan pada area larang tangkap dalam Zona Taman Wisata Perairan 3 Gili. Keseimbangan menurut 3-D sustainability triangle (Kapasitas Lingkungan, Kapasitas Sosial dan Kapasitas Ekonomi) harus tetap terjaga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Himawan Sutanto. (2017). Dilema Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Kawasan Tiga Gili Kabupaten Lombok Utara. Journal of Economics and Business, 3(1), 29–43. https://doi.org/10.29303/ekonobis.v3i1.4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free