Komunikasi Interpersonal Tuan Guru dan Santri di Kabupaten Lombok Timur NTB

  • Firman Wahyudi
  • Mokhammad Baharun
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, dalam komunikasi yang terjalin antara Tuan Guru dengan santri sering terjadi kegiatan komunikasi interpersonal model dialog. Dialog sendiri merupakan percakapan yang bertujuan untuk saling mengerti, memahami dan mampu menciptakan kedamaian dalam bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan. Dialog berlangsung dalam situasi yang lebih intim lebih mendalam dan lebih personal. Selain itu, dalam situasi informal Tuan Guru selalu melakukan percakapan bernuansa keakraban dan cenderung humoris hingga terlihat seperti hubungan seorang sahabat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi interpersonal Tuan Guru Muhayyan dan santri tentang upaya peningkatan prestasi hafalan Qur’an di Pondok Pesantren Unwanul Falah NTB. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang berdasarkan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk komunikasi interpersonal Tuan Guru Muhayyan dan santri tahfidz di pondok pesantren Unwanul Falah menggunakan dua bentuk yakni dialog dan sharing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firman Wahyudi, & Mokhammad Baharun. (2021). Komunikasi Interpersonal Tuan Guru dan Santri di Kabupaten Lombok Timur NTB. Maddah : Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.35316/maddah.v3i1.1119

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free