PENGARUH SISTEM PENANAMAN TERHADAP PRODUKSI BENIH G0, G1, DAN G2 BEBERAPA VARIETAS TEBU UNGGUL HASIL KULTUR JARINGAN

  • SUKMADJAJA D
  • SYAKIR M
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Penyediaan benih tebu berdaya hasil tinggi memegang peranan penting  dalam  mendukung  pencapaian  program  swasembada  gula. Produksi benih tebu melalui teknologi kultur jaringan merupakan salah satu alternatif untuk menyediakan benih bermutu secara masal dengan waktu yang cepat. Salah satu bagian penting dalam program produksi benih tebu adalah penanganan benih hasil kultur in vitro menjadi benih produksi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode penanaman benih primer (G0), sekunder (G1), dan komersial (G2) dari beberapa varietas tebu hasil kultur in vitro. Penelitian dilakukan di tiga lokasi, yaitu Kebun Percobaan Cibinong-Bogor, Ngemplak-Pati, dan Klari-Karawang. Percobaan terdiri atas tiga kegiatan: (1) pengaruh media tumbuh terhadap pertumbuhan plantlet, (2) pengaruh jarak tanam terhadap produksi benih G1, dan (3) pengaruh jarak tanam terhadap produksi benih G2. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok, dengan perlakuan pada percobaan pertama adalah media dan tempat aklimatisasi, pada percobaan kedua dan ketiga berupa jarak tanam dan varietas. Parameter pengamatan meliputi persentase tumbuh, jumlah batang per rumpun, jumlah buku, diameter batang, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan polibag dan pot tray merupakan cara terbaik untuk aklimatisasi tebu. Jarak tanam terbaik benih G0 dan G1 varietas PS864 dan SS-57 di KP Cibinong adalah 60 cm × 40 cm yang dapat memproduksi budset G1 masing-masing 1,72 dan 1,93 juta per ha dan benih G2 masing-masing 0,9 dan 1,01 juta per ha. Produksi budset G2 PS864 di Klari pada jarak tanam yang sama menghasilkan 1,94 juta per ha, sedangkan produksi budset G2 varietas PS881 dan Kidang Kencana di KP Ngemplak masing-masing mencapai 2,02 dan 2,18 juta per ha. Sementara itu, produksi terbanyak benih G2 varietas Bulu Lawang dan PS862 di KP Ngemplak dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 100 cm × 20 cm masing-masing sebanyak 2,44 dan 1,41 juta per ha. Produktivitas benih tebu hasil kultur jaringan dipengaruhi oleh jarak tanam, lokasi penanaman, dan varietas tanaman. Kata kunci: tebu, benih unggul, kultur jaringan, jarak tanam, benih G0, G1, G2

Cite

CITATION STYLE

APA

SUKMADJAJA, D., & SYAKIR, M. (2014). PENGARUH SISTEM PENANAMAN TERHADAP PRODUKSI BENIH G0, G1, DAN G2 BEBERAPA VARIETAS TEBU UNGGUL HASIL KULTUR JARINGAN. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 20(3), 130. https://doi.org/10.21082/jlittri.v20n3.2014.130-141

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free