PLURALISME DALAM KAIN TENUN SONGKET PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH

  • Sahadat S
  • Idris M
  • Chairunisa E
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keberagaman budaya yang ada di Palembang sudah terjalin sejak lama terutama dalam hal keberagaman budayanya yang berbeda-beda, dapat kita lihat dari beberapa pengarunya dalam seni kerajinan yang ada di Palembang dalam bentuk kebudayaan menenun atau menyongket, banyak budaya-budaya asing yang ada di Palembang seperti budaya Cina, Arab, dan India, kain songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh budaya asing yang ada di Palembang. Songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh asing yang mana berpengaruh dalam beberapa macam jenis kain songket yang ada di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data secara sistematis dan sumber data yang mendalam dan berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey lapangan, wawancara mendalam, pencatatan dokumen dan studi pustaka. Dalam penelitian kualitatif, ada empat teknik mencapai keabsahan data, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pluralisme yang tergambar dalam kain songket merupakan gambaran dari adanya pengaruh-pengaruh budaya asing yang ada di Palembang yang membuat keanekaragaman baik segi motif serta jenis kain yang di tenun.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sahadat, S., Idris, M., & Chairunisa, E. D. (2022). PLURALISME DALAM KAIN TENUN SONGKET PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 8(1). https://doi.org/10.31851/kalpataru.v8i2.8961

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free