Abstract
Latar Belakang: Kelelahan adalah gabungan dari penurunan fungsi mental dan fisik yang membuat efektifitas dan efisiensi kerja menurun. Kelelahan dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja, terjadinya kecelakaan kerja, dan motivasi kerja menurun. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik individu, beban kerja fisik, beban kerja mental, masa kerja, shift kerja, dan stress kerja dengan kelelahan kerja pada perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Ngawi. Metode: Observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Ngawi yang berjumlah 211 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 69 perawat yang diambil dengan metode probability sampling dengan teknik proportional stratified random sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor internal pekerja (umur, jenis kelamin, status gizi, status pernikahan, stress kerja) dan faktor eksternal pekerja (beban kerja fisik, beban kerja mental, masa kerja, shift kerja). Hasil: Adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja mental (r = 0,024, p = 0,271), beban kerja fisik (r = 0,042, p = 0,246), dan stress kerja dengan kelelahan kerja (r = 0,000, p = 0,449). Sedangkan pada variabel shift kerja, umur, jenis kelamin, masa kerja, status pernikahan, dan status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Ngawi. Sedangkan pada variabel shift kerja (r= 0,913, p = -0,013), umur (r= 0,089 , p = 0,206), jenis kelamin (r= 0,19 , p = – 0,16 ), masa kerja (r= 0,211, p = 0,153), status pernikahan (r= 0,774, p = 0,035), dan status gizi (r=0, p = 0,035) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Ngawi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit umum daerah Dr.Soeroto Ngawi adalah beban kerja fisik, beban kerja mental, dan stress kerja. Saran bagi perusahaan adalah memberikan konsumsi kepada perawat agar asupan energi perawat terpenuhi, memperhatikan kesesuaian jumlah perawat dengan jumlah pasien yang ditangani, mengadakan medical checkup secara berkala, dan konseling psikologi secara rutin serta tes kejiwaan.
Cite
CITATION STYLE
Purnomo, M. N. O. R., & Rihtianti, L. A. (2024). Gambaran Faktor Internal dan Faktor Eksternal dengan Kelelahan Kerja pada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Ngawi. Media Gizi Kesmas, 13(1), 257–265. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.257-265
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.