Hegemoni Kekuasaan pada Festival Budaya Dongdang Kabupaten Bogor

  • Anggini W
  • Attas S
  • Harmoko D
N/ACitations
Citations of this article
51Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hegemoni kekuasaan pada Festival Budaya Dongdang di Kabupaten Bogor. Terselenggaranya festival budaya tidak lepas dari peran Kepala Daerah setempat yaitu Bupati atau Wali Kota. Kebijakan yang melibatkan masyarakat luas dan sifatnya populis ini akan mempunyai dampak positif terhadap elektabilitas dan tingkat kepuasan publik. Para pemimpin daerah yang sukses melaksanakan festival budaya akan mendapatkan collateral effect pada popularitasnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Keberadaan Festival Budaya Dongdang menjadi penting karena mempunyai beberapa fungsi diantaranya, pelestarian budaya, ekspansi dan komersialisasi budaya, dan penggerak sektor kesenian dan ekonomi kreatif. Bentuk hegemoni yang dilakukan oleh Bupati Rahmat Yasin adalah bentuk dominasi, persetujuan, kepemimpinan intelektual dan moral. Hegemoni dalam bentuk dominasi yang dilakukan Rahmat Yasin adalah penekanan kewajiban yang harus dilakukan oleh SKPD dan lainnya untuk wajib berpartisipasi dalam Festival Dongdang. Adapun tingkatan hegemoni yang dilakukan berada pada tingkatan hegemoni total. Masyarakat menunjukkan tingkat kesatuan moral dan intelektual yang kokoh, yang tampak dari hubungan organis pemerintah dan yang diperintah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggini, W. Y., Attas, S. G., & Harmoko, D. D. (2022). Hegemoni Kekuasaan pada Festival Budaya Dongdang Kabupaten Bogor. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 13(2), 93–98. https://doi.org/10.31294/khi.v13i2.11857

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free