CHARACTER EDUCATION FOR MENTAL RESILIENCE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON CHILDREN'S WELL-BEING IN THE AI ERA

  • Fatrizal
  • Evi Fussalam Y
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This study analyzes the relationship between character education and children's mental resilience in the era of artificial intelligence, focusing on protective factors and developing an integrative conceptual model. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA protocol, 144 articles from Scopus-indexed journals published between 2020 and 2025 were screened, and 15 relevant studies met the inclusion criteria. The study results indicate that character education plays a strategic role in strengthening children's resilience through the values of self-regulation, empathy, responsibility, solidarity, and the search for meaning in life. Identified protective factors include positive parent-child bonds, peer support, family resilience, and community involvement, while risk factors include device dependence, family conflict, poverty, and parental stress. The proposed conceptual model emphasizes a holistic, differentiated, and multilevel approach with simultaneous involvement of schools, families, and communities. The findings of the majority of studies confirm that character education not only shapes morality but also functions as an ecosystem strategy to strengthen children's mental resilience in facing digital and social challenges in the era of artificial intelligence. This study recommends the development of a multidimensional resilience theoretical framework, its integration into the curriculumStudi ini menganalisis hubungan antara pendidikan karakter dan ketahanan mental anak-anak di era kecerdasan buatan, dengan fokus pada faktor-faktor protektif dan mengembangkan model konseptual integratif. Menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA, 144 artikel dari jurnal terindeks Scopus disaring, dan 15 studi relevan memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi menunjukkan bahwa pendidikan karakter memainkan peran strategis dalam memperkuat ketahanan anak-anak melalui nilai-nilai pengaturan diri, empati, tanggung jawab, solidaritas, dan pencarian makna hidup. Faktor-faktor protektif yang teridentifikasi meliputi ikatan positif orang tua-anak, dukungan sebaya, ketahanan keluarga, dan keterlibatan masyarakat, sementara faktor risiko meliputi ketergantungan perangkat, konflik keluarga, kemiskinan, dan stres orang tua. Model konseptual yang diusulkan menekankan pendekatan holistik, terdiferensiasi, dan multilevel dengan keterlibatan simultan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Temuan sebagian besar studi menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya membentuk moralitas, tetapi juga berfungsi sebagai strategi ekosistem untuk memperkuat ketahanan mental anak dalam menghadapi tantangan digital dan sosial di era kecerdasan buatan. Studi ini merekomendasikan pengembangan kerangka teori ketahanan multidimensi, integrasinya ke dalam kurikulum, dan perancangan program pendidikan karakter yang aplikatif di lembaga pendidikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fatrizal, & Evi Fussalam, Y. (2025). CHARACTER EDUCATION FOR MENTAL RESILIENCE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON CHILDREN’S WELL-BEING IN THE AI ERA. Jurnal Muara Pendidikan, 10(2), 540–549. https://doi.org/10.52060/mp.v10i2.3773

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free