Kebijakan Pemerintah pada Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai Bentuk Perubahan Ujian Nasional (UN)

  • Taufiq A
  • Susanto R
  • Prayugo R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
421Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kebijakan pemerintah terkait Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai bentuk perubahan dari Ujian Nasional (UN) di Indonesia. Latar belakangnya adalah adanya praktik pemberian nilai yang tidak objektif oleh guru dan sekolah dalam sistem EBTA dan EBTANAS sebelumnya, yang kemudian memicu lahirnya kebijakan UN dengan satu standar yang ketat. Namun, fokus pada peningkatan nilai UN justru mendorong praktik kecurangan secara luas. Pemerintah kemudian berupaya mengatasi praktik kecurangan dengan menerapkan UNBK (UN Berbasis Komputer). Sebagai bentuk perubahan, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan AKM yang bertujuan untuk mengukur kompetensi dasar dan minimum peserta didik, bukan hanya mengukur kemampuan menghafal. Penelitian ini menjelaskan pengertian, tujuan, proses pelaksanaan, komponen instrumen, serta pelaporan hasil AKM.

Cite

CITATION STYLE

APA

Taufiq, A., Susanto, R. T., Prayugo, R. B., & Ramadhani, G. F. (2024). Kebijakan Pemerintah pada Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai Bentuk Perubahan Ujian Nasional (UN). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 9498–9504. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5355

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free