Abstract
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Terapi utama yang dijalani oleh pasien gagal ginjal kronik (GGK) adalah hemodialisis, namun prosedur ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup mereka. Peran aktivitas fisik cukup signifikan dalam menunjang peningkatan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Sayangnya, tidak sedikit di antara mereka yang menghadapi hambatan fisik dan mengalami kelelahan, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya tingkat aktivitas fisik yang dilakukan. Tujuan: Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang dianalisis dalam penelitian ini. Metode: Dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 65 partisipan yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengisian kuesioner IPAQ dan KDQOL dilakukan oleh responden untuk mengukur variabel yang diteliti. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square guna mengungkap hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup. Hasil: Sebagian besar partisipan dalam penelitian ini menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang tergolong ringan hingga sedang. Hasil analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien, dengan nilai signifikansi p = 0,000. Kualitas hidup yang lebih baik cenderung dimiliki oleh pasien yang melakukan aktivitas fisik dalam intensitas yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien hemodialisis dapat ditingkatkan melalui peran signifikan dari aktivitas fisik. Oleh sebab itu, upaya edukatif dan bentuk intervensi perlu diberikan kepada pasien agar mereka termotivasi untuk lebih aktif secara fisik demi mendukung kesejahteraan yang lebih optimal.Background: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive condition that leads to a permanent decline in kidney function. The primary treatment for CKD patients is hemodialysis; however, this procedure has the potential to impact their quality of life. Physical activity plays a significant role in supporting the improvement of quality of life among patients undergoing hemodialysis. Unfortunately, many of them face physical limitations and experience fatigue, which ultimately results in low levels of physical activity. Objective: This study aims to analyze the relationship between the level of physical activity and quality of life among CKD patients undergoing hemodialysis at Sentra Medika Hospital Cikarang. Methods: Using a quantitative approach with a cross-sectional design, this study involved 65 participants selected through accidental sampling. Respondents filled out the IPAQ and KDQOL questionnaires to measure the variables studied. The collected data were analyzed using the Chi-square test to determine the relationship between physical activity and quality of life. Results: The majority of participants in this study exhibited light to moderate levels of physical activity. Statistical analysis revealed a significant association between physical activity levels and patients’ quality of life, with a p-value of 0.000. A better quality of life tended to be found among patients who engaged in higher-intensity physical activity. Conclusion: The quality of life of hemodialysis patients can be improved through the significant role of physical activity. Therefore, educational efforts and appropriate interventions should be provided to encourage patients to remain physically active in order to support their overall well-being
Cite
CITATION STYLE
Nanun Fazriyani, Salsa Bhatary Amadhea, Riska Subhianti Putri, & Mila Sartika. (2025). Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Khatulistiwa Nursing Journal, 7(2). https://doi.org/10.53399/knj.v7i2.348
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.