Abstract
Budaya lokal (Bali) telah banyak mempengaruhi pola pikir, sikap, perilaku dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Lekatan konsep-konsep berkehidupan dalam bermasyarakat di Bali sudah menyelimuti keseluruhan yakni terkandung rasa dalam melakoninya. Olahan rasa senang-sedih, suka-duka, sudah barang tentu dimiliki manusia pada umumnya berdasarkan pengalaman masing-masing. Rasa yang penulis alami dalam menjalani kehidupan mendaut penulis untuk menjadikan ide dalam sebuah garapan komosisi musik inovatif. Sebagaimana telah penulis paparkan, perjalanan cinta kasih empiris yang penulis alami telah menginspirasi, dan memotivasi ketersentuhan bathin penulis untuk menciptakan rangkaian nada-nada yang melahirkan karya inovatif. Kandungan esensial dari empiris tersebut telah menyulut api kreativitas penulis, dan selanjutnya mendistribusikan api itu dengan bingkai tajuk Sekar Layu. Sekar Layu bagi penulis sebentuk ruang rekreasi yang diaplikasikan kedalam sebuah komposisi musik inovatif. Meminjam seperangkat pisau metodologi penciptaan yang dirasa tepat mengupas hakikat Sekar Layu. Metode yang penulis aplikasikan di antaranya tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Motif instument sape (alat musik Kalimantan) dan motif leluangan yang dituangkan kedalam barungan Gamelan Semar Pagulingan saih pitu menjadi media ungkap dalam garapan ini. Semua kerangka pikiran tersebut dilebur menjadi satu bagian integral yang tak terpisah pula dengan garapan. Semoga pencerahan (katarsis), menjadi buah yang berfaedah bagi penulis dan semua pendukung yang terlibat dalam garapan komposisi musik inovatif Sekar Layu.
Cite
CITATION STYLE
Darmayasa, I. K. A., & Suartaya, K. (2023). Music Composition “Sekar Layu” | Komposisi Musik Inovatif “Sekar Layu.” GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 1(4), 224–233. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v1i4.422
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.