Abstract
Unmet need merupakan wanita yang subur dan aktif secara seksual namun tidak menggunakan metode kontrasepsi, sedangkan mereka menyatakan tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda anak berikutnya sehingga ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya ledakan penduduk, unwanted prengnancies (kehamilan yang tidak diinginkan) yang memicu terjadinya aborsi tidak aman serta terjadinya gangguan fisik akibat tindakan abortus yang tidak aman. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan pasangan usia subur yang unmet need tentang kejadian kehamilan tidak diinginkan di Wilayah kerja Puskesmas Sitiung di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah PUS yang tidak menggunakan metode KB tetapi tidak ingin memiliki anak dan sampelnya berjumlah 37 PUS yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden PUS unmet need tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi sampai kapan pun (62,16%) dan sebagian besar PUS mengalami tingkat kecemasan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dengan kategori sedang sebanyak 16 responden (43.2%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar PUS tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi sampai kapan pun serta kecemasan yang dirasakan oleh PUS terkait kehamilan yang tidak diinginkan pada kategori sedang.
Cite
CITATION STYLE
Astuti, S. A. P., & Apiza, E. N. (2023). GAMBARAN KECEMASAN PASANGAN USIA SUBUR YANG UNMEET NEED TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITIUNG I KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 7104–7109. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.18710
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.