Memahami Instrumen Organisasi dalam Kebijakan Transformasi Penyaluran Subsidi LPG 3 kg di Indonesia

  • Haryanto B
  • Salomo R
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini menganalisis penggunaan instrumen organisasi dalam implementasi kebijakan penyaluran subsidi LPG 3 kg di Indonesia, dengan fokus pada peran pengecer (middleman) sebagai perpanjangan tangan dari aktor formal, yakni pangkalan. Analisis dilakukan menggunakan konsep Organizational Tools of Government dari Michael Howlett (2022) dengan pendekatan kualitatif melalui studi dokumen kebijakan, pemberitaan media bereputasi, tinjauan literatur, analisis video dan siaran pers lembaga pemerintah terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga aspek penting dari instrumen organisasi yang melibatkan aktor non pemerintah, yaitu desain kontraktual, mekanisme akuntabilitas, dan sistem pengawasan kinerja. Studi ini menunjukan bahwa pengecer sebagai aktor informal belum terintegrasi dalam sistem distribusi resmi, sehingga menciptakan celah akuntabilitas dan lemahnya kontrol di tingkat akhir distribusi. Untuk itu, transformasi kebijakan perlu dilakukan secara bertahap dan inklusif, dengan strategi integrasi pengecer ke dalam sistem resmi melalui skema sub-pangkalan, pelatihan dan insentif, serta penerapan sistem monitoring digital guna meningkatkan efektivitas distribusi subsidi yang adil dan tepat sasaran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Haryanto, B., & Salomo, R. V. (2025). Memahami Instrumen Organisasi dalam Kebijakan Transformasi Penyaluran Subsidi LPG 3 kg di Indonesia. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2), 722–735. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2.938

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free