Pelatihan Pengembangan Maggot Bsf Menjadi Pakan Hewan Yang Bergizi Dan Ekonomis

  • Ade Nurdin
  • Fetty Febriasti Bahar
  • Winny Laura C
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly yang memiliki nama latin Hermetia illuciens, tumbuh dewasa menyerupai tawon, berwarna hitam dengan panjang 15-20mm. Selain itu maggot memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 42%.  Di daerah Kebon Kopi terdapat Kelompok peternak burung puyuh. Salah satu permasalahan  dari peternak burung puyuh  adalah belum adanya pemanfaatan kotoran dari burung puyuh. Dimana kotoran tersebut dapat menghasilkan polusi udara.  Pemanfaatan kotoran dari burung puyuh dapat digunakan sebagai media tambahan untuk budidaya perkembangbiakan Maggot BSF. Pelatihan  berupa pengolahan yang sederhana, dengan mencampurkan kotoran ternak dengan sampah organic domestic. Penambahan sampah organik ini sebagai salah satu upaya menangani sampah organik itu sendiri, dengan mengubahnya menjadi bioenergi sebagai media pengembangbiakan maggot BSF. Adapun sampah organik yang digunakan  limbah  dari buah-buahan seperti kulit nanas, semangka, pepaya dll serta sayuran. Dalam kurun waktu kurang lebih umur 30 hari maggot bisa dipanen untuk dijual dan sebagian dibagi untuk dikembangbiakkan lagi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ade Nurdin, Fetty Febriasti Bahar, Winny Laura C, & Dyah Kumalasari. (2024). Pelatihan Pengembangan Maggot Bsf Menjadi Pakan Hewan Yang Bergizi Dan Ekonomis. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 5(1), 120–128. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v5i1.1539

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free