Abstract
Background: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman kaum ibu dan remaja putri di Desa Sukamandi Sagalaherang mengenai hukum-hukum fiqih wanita terkait haid, nifas, dan istihadhoh. Kesalahpahaman yang terjadi sering menimbulkan kebingungan dalam menentukan status suci, kewajiban ibadah, serta pelaksanaan mandi wajib. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai ketentuan syariat terkait darah wanita berdasarkan dalil-dalil yang mu’tamad. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan pendataan peserta, sosialisasi, penyampaian materi dengan metode ceramah dan media presentasi, diskusi interaktif berbasis studi kasus, serta evaluasi pemahaman. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari ibu-ibu majelis taklim dan remaja putri. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 82% dibandingkan sebelum kegiatan, dengan tingkat partisipasi aktif mencapai 90%. Peserta mampu menjawab dengan benar sebagian besar kasus yang dibahas dalam kajian, serta menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi fiqih wanita terkait haid, nifas, dan istihadhoh di kalangan masyarakat Desa Sukamandi.
Cite
CITATION STYLE
Mursyidi, W., & Dwi Kumalasari, E. (2025). Peningkatan Pemahaman Kajian Haid, Nifas, dan Istihadhoh Bagi Wanita di Desa Sukamandi Subang Jawa Barat. Jurnal SOLMA, 14(3), 3573–3580. https://doi.org/10.22236/solma.v14i3.20789
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.