Abstract
Tujuan penelitian ini antara lain: 1) Menelaah kebijakan merdeka belajar tentang relaksasi dana BOS menurut teori kepemimpinan situasional; 2) Menganalisis dampak kebijakan realisasi kebijakan relaksasi dana BOS terhadap aksesibilitas Pendidikan (partisipasi dan tingkat penyelesaian Pendidikan) di masa pandemi covid 19. Unit analisis penelitian ini adalah kebijakan relaksasi dana BOS pada tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/K/sederajat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods, yaitu menggunakan kajian Pustaka untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama, dan menggunakan analisis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik untuk menjawab tujuan penelitian yang kedua. Berdasarkan telaah Pustaka dan analisis data sekunder, penelitian ini menyimpulkan: 1) Model kepemimpinan Mendikbudristek sejalan dengan gaya kepemimpinan S2 (Selling-Coaching). Mendikbudristek menetapkan kebijakan merdeka belajar yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 8 dan Nomor 19 tahun 2020 sebagai bentuk perilaku arahan dan dukungan yang tinggi dalam merespon situasi pademi covid untuk memudahkan sekolah dalam membelanjakan anggaran BOS agar proses pembelajaran dapat optimal; 2) Penggunaan dana BOS di sekolah mayoritas telah mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh Mendikbudristek dalam program Merdeka Belajar: Relaksasi Dana BOS. Dana BOS terbukti terdapat korelasi dengan aksesibilitas Pendidikan dan memiliki dampak yang positif.
Cite
CITATION STYLE
Perdana, N. S. (2021). Implementasi Model Kepemimpinan Situasional: Kebijakan Merdeka Belajar Tentang Relaksasi Dana Bos Dan Dampaknya Terhadap Aksesibilitas Pendidikan. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 2(2), 337–348. https://doi.org/10.56667/dejournal.v2i2.503
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.