PENGARUH NAUNGAN DAN ASAL BENIH TERHADAP DAYA HIDUP DAN PERTUMBUHAN ULIN (Eusideroxylon zwagery T. et B.)

  • Nugroho A
  • Junaidah J
  • Azwar F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ulin ( Eusideroxylon zwagery T. et B.) termasuk jenis tanaman yang hampir punah dan bersifat semi toleran. Informasi intensitas cahaya (naungan) yang optimal sangat diperlukan untuk keberhasilan konservasi eks-situ jenis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh naungan dan asal sumber benih terhadap daya hidup dan pertumbuhan ulin umur 1 tahun. Penelitian dilaksanakan di bawah tegakan Acacia mangium berbagai umur PT Musi Hutan Persada Wilayah I Desa Suban Jeriji Blok Sodong Selatan Kecamatan Rambang Dangko Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan umur Acacia mangium sebagai petak utama dan asal benih sebagai sub plot. Umur Acacia mangium terdiri dari 6 tarafyaitu umur 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 tahun.Asal benih berasal dari 3 daerah yaitu Jangga Baru-Jambi, Beliti Jaya-Sumatera Selatan dan Gunung Serumput- Bangka Belitung. Hasil penelitian menunjukkan intensitas naungan sebesar 81,05% dan 86,15% meningkatkan daya hidup ulin sebesar 54,33% dan 39,68%. Asal benih Bangka-Belitung meningkatkan pertumbuhan tinggi sebesar 47,47 cm.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nugroho, A. W., Junaidah, J., Azwar, F., & Muara, J. (2011). PENGARUH NAUNGAN DAN ASAL BENIH TERHADAP DAYA HIDUP DAN PERTUMBUHAN ULIN (Eusideroxylon zwagery T. et B.). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(5), 279–286. https://doi.org/10.20886/jpht.2011.8.5.279-286

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free